Kamis, 28 Februari 2013

Judul Skripsi PAI atau Pendidikan Agama Islam





 Judul Skripsi PAI atau Pendidikan Agama Islam






Judul Skripsi PAI atau Pendidikan Agama Islam ini adalah judul skripsi yang sudah di acc kan, judul skripsi PAI ini dapat memudahkan anda dalam mencari judul skripsi yang akan anda susun nanti.

Seperti biasanya pada saat mengajukan judul skripsi mahasiswa sering di tolak judulnya, nah saya memberikan contoh
judul skripsi pai yang sudah di acc kan oleh dosen wali. Berikut beberapa contoh skripsi pai

  • HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA PENGAJARAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SLTP aadesanjaya.blogspot.com
  • KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MENURUT ALQURAN (KAJIAN ERHADAP ALQURAN AYAT 13-19)
  • PROBLEMA GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI SLTP (isi sekolahnya disini)
  • PENDIDIKAN ANAK DI DESA (STUDI TENTANG TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAN)
  • USAHA GURU AGAMA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA (isi nama sekolahnya disini)
  • HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA PENGAJARAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SLTP (isi nama sekolahnya disini)
  • PENDIDIKAN AGAMA DAN PEMBENTUKAN PRILAKU SISWA SMA (isi sekolahnya disini)
  • PERANAN RUMAH SINGGAH ANAK JALANAN (tulis nama rumah singgah disini) DALAM MEMBANTU PENDIDIKAN ANAK JALANAN
  • EFEKTIVITAS PROGRAM REMEDIAL DALAM MENINGKATKAN PRETASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PAI KELAS XI SMA (isi nama sekolahnya disini)
  • STUDI TENTANG USAHA-USAHA PEMBINAAN KEPRIBADIAN SISWA KELAS KELAS XII SMA  (isi nama sekolahnya disini)
  • PERANAN PONDOK PESANTREN DALAM MENINGKATKAN SDM DI DESA (isi nama desanya disini)
  • STUDI KORELASI ANTARA PRESTASI BELAJAR DALAM BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN KETERAMPILAN SEKOLAH SISWA KELAS VII SMP aadesanjaya.blogspot.com
  • USAHA GURU AGAMA DALAMMENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI DESA (isi nama desanya disini)
  • AKURASI MEDIA AUDIO SEBAGAI SARANA PROSES BELAJAR MENGAJAR DALAM MENINGKATKAN KUALITAS GURU PAI
  • IMPLIKASI EMOTIONAL QUATION DALAM PEMBELAJARAN PAI KELAS XI SMA (isi nama sekolahnya disini)
  • SISTEM PENDIDIKAN TRADISIONAL DI PONDOK PESANTREN  (isi nama pondok pesantrennya disini) 
  • PELAKSANAAN PELAJARAN ALQURAN HADITS KELAS XI MTSN (isi nama sekolahnya disini)
  • PELAKSANAAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN DALAM MENUNJANG KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI MADRASAH IBTIDAYAH (isi nama sekolahnya disini) 
  • KEBERADAAN ORGANISASI KEAGAMAAN DALAM MENINGKATKAN UKHUWAH ISLAMIYAH
  • PERAN ULAM DALAM MEMASYARAKATKAN KEBERSIHAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN DESA aadesanjaya.blogspot.com

Kewajiban Menuntut Ilmu








Kewajiban Menuntut Ilmu

Pendahuluan
            Dewasa ini mulai bermunculan aneka macam sekolahan yang warna-warni. Banyak rupanya, banyak jenisnya. Karena kebetulan, kami belum mengetahui dan mendalami dalam bidang ini, maka dalam makalah ini tidak kami sebutkan jenisnya. Tetapi, kami bisa mengajak anda sekalian untuk mengamati dan melihat sendiri kedalam dunia pendidikan kita yang mulai maju, secara kasat mata. Ada sekolah negeri, ada juga antonimnya yaitu sekolah swasta. Sekolah swasta saat ini sudah mengalami kemajuan yang cukup pesat, baik dalam bidang sarana maupun prasarana. Kemudian, ada sekolah yang mengusung nama Islam, entah sekolah Islam ‘saja’ ataupun menggunakan istilah sekolah Islam terpadu. Dan tentunya yang tak kalah majunya yaitu sekolah boarding school, sekolah yang pulang pada sore hari, dengan makan siang di sekolah. Sistem ini yang kita ketahui bersama mencontoh dari sisyem pondok pesantren.
            Sekolah yang beraneka macam ini tentunya menjadikan sebuah pilihan yang gampang-gampang susah bagi orang tua untuk menyekolahkan buah hatinya di sekolah terbaik. Sebagian orang tua memang sadar betul kepentingan sebuah sekolah bagi masa depan anaknya, akan tetapi sebagian lainnya kurang menyadari pengaruh sekolah bagi pertumbuhan dan tentunya masa depan sang anak.
            Orang tua yang sadar pun tidak semuanya berpikiran sama. Tidak semua orang tua berpikir bahwa sekolah tempat mencari ilmu, bukan tempat mencari ijazah. Maka, pemikirn pragmatis inilah yang harus kita luruskan. Dan untuk yang sudah berpikir dan menyadari betul akan fungsi sekolah sebagai tempat menuntut ilmu, maka orang tua yang seperti inilah yang harus kita contoh. Para orang tua tersebut menyadari akan pentingnya ilmu pengetahuan, karena mereka paham, bahwa ilmu itulah yang akan mencerahkan masa depan anaknya, bukan harta, apalagi pangkat orang tuanya. Tentunya, orang tua yang muslim harus tahu dan sadar bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban, hukumnya fardhu ‘ain.

Menuntut Ilmu Adalah Kewajiban Seorang Muslim
Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya :
يَرْفَعُ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوْا العِلْمَ دَرَجَات (المجادلة : ۱۱)


Artinya :
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadalah : 11)
            Sabda Rasulullah SAW :
مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ وَ مَنْ أَرَادَ ْالآخِرَةِ فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ  وَ مَنْ أَرَادَ هُمَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ (رواه الطبراني(
“Barangsiapa yang menginginkan kehidupan dunia, maka ia harus memiliki ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kehidupan akhirat maka itupun harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya maka itupun harus dengan ilmu.” (HR. Thabrani)
Berdasarkan dari hadits ini kita bisa melihat, keutamaan sebuah ilmu. Ilmu itu bisa menuntun kita kedalam berbagai hal. Ilmu bisa menjadikan kita terhormat ataupun terhina. Bahkan, ilmu itu ada yang halal dan haram sifatnya. Seperti yang tertera dalam hadits tersebut, kita bisa mendapatkan akhirat dengan ilmu, contohnya saja seperti kita mempelajari ilmu Al Qur’an dan Al Hadits. Sedangkan bisa menjadi kebalikannya, kita tidak mendapat manfaat apa-apa dari ilmu yang kita dapat, bahkan malah mendapat mudhorot dan kerugian bagi pencarinya. Seperti ilmu sihir, pelet, guna-guna, dsb. Bukan akhirat yang akan didapat dari mempelajari ilmu ini, tetapi malah menjerumuskan penggunanya kedalam neraka sedalam-dalamnya, walaupun sesaat terlihat si pengguna menjadi orang yang hebat.
Hukum mencari ilmu itu wajib, dengan rincian, pertama hukumnya menjadi fardhu ‘ain untuk mempelajari ilmu agama seperti aqidah, fiqih, akhlak serta Al-Qur’an. Ilmu-ilmu ini bersifat praktis, artinya setiap muslim wajib memahami dan mempraktekkan dalam pengabdiannya kepada Allah ‘azza wa jalla. Fardu ‘ain artinya setiap orang muslim wajib mempelajarinya, tidak boleh tidak. Dan kedua hukumnya menjadi fardu kifayah untuk mempelajari ilmu pengetahuan umum seperti : ilmu sosial, kedokteran, ekonomi serta teknologi. Fardu Kifayah artinya tidak semua orang dituntut untuk memahami serta mempraktekkan ilmu-ilmu tersebut, boleh hanya sebagian orang saja.
Hadits yang kami sampaikan tadi menyebutkan, barang siapa yag menginginkan dunia, maka ia harus memiliki ilmu. Hadits ini sudah terbukti nyata, bahkan sejak dahulu kala. Orang-orang non muslim yang menjadi penemu, seperti Isaac Newton, Alexander Graham Bell, Thomas Alva Edison, Galileo Galilei, James Watt, dan tokoh-tokoh penemu lainnya, menunjukkan bahwa dengan ilmu mereka, mereka yang hanya orang biasa menjadi luar biasa, bahkan namanya masih dikenang hingga kini, walaupun jasadnya sudah tidak ada. Begitu pula dengan ilmuwan muslim, Ibnu Sina, Al Farabi, Ibnu Khaldun, Ar Razi, dan lain-lainnya sudah mengharumkan namanya hingga saat ini. Namanya pun masih digaungkan beberapa orang, karena kehebatannya dan tentunya karena ilmunya. Mereka itulah yang sudah membuktikan barang siapa yang menginginkan dunia maka harus memiliki ilmu. Dengan ilmu seseorang akan menjadi mulia dan terhormat. Dengan ilmu seseorang akan memiliki wibawa. Dengan ilmu seseorang akan memiliki dunia.
Saat ini, orang-orang mulai melupakan keutamaan mencari ilmu. Khususnya di negara kita, Indonesia. Sekolah umum melupakan tujuan pencarian ilmu, sehingga orientasinya bukan mencari ilmu, tetapi mencari nilai dan ijazah. Memang ada sebagian sekolah umum, baik itu negeri ataupun swasta yang tidak mengedepankan nilai semata, tetapi hal tersebut kalah dengan mayoritas sekolah yang salah tujuan tersebut.
Memang saat ini rencana pemerintah sudah baik, rencana untuk wajib belajar 9 tahun. Bantuan dan sumbangan juga mengucur ke sekolah, merupakan upaya pemerintah memajukan pendidikan. Tetapi hal tersebut belum maksimal. Banyak faktor yang menghubungkan dan mempengaruhi kelancaran pendidikan anak. Baik dari faktor internal maupun eksternal.
Faktor-faktor internal itu seperti sifat dan perilaku sang pencari ilmu, atau dalam hal ini kita tujukan kepada anak didik. Faktor dari dalam diri menjadi hal yang sangat berpengaruh, karena kemauan dan kesungguhan dari anak didik menjadikan kunci utama untuk suksesnya pendidikan dan pembelajaran. Apabila guru sudah bersungguh-sungguh, tetapi yang diajari malas dan enggan untuk belajar, maka hal tersebut menjadi hal yang sia-sia. Perlu adanya dorongan dan motivasi selalu, untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan menanamkan kesungguhan dan kesadaran akan pentingnya belajar, bagi diri sendiri dan juga bagi orang lain.
Faktor lainnya merupakan faktor eksternal. Faktor ini contohnya seperti orang tua, guru, sekolahnya, atau lingkungannya. Faktor-faktor inilah yang sekarang ini sedang mengalami krisis yang cukup rumit. Orang tua zaman sekarang kurang memperhatikan pendidikan anaknya. Memang tidak semua orang tua, tetapi hal tersebut cukup disayangkan. Orang tua menyekolahkan anaknya hanya sekedar formalitas, agar tidak malu dengan tetangga. Orang tua menyekolahkan anaknya di SMA, tetapi tidak meninjau perkembangan dan keilmuan anaknya. Ternyata anaknya sering bolos dan ikut tawuran. Orang tua menyekolahkan anaknya di SMP favorit, hanya untuk gengsi-gengsian. Orang tua ini merupakan faktor utama setelah pribadi anak itu sendiri, faktor yang sangat berpengaruh pada pola pikir anak. Apabila sang orang tua asal-asalan menyekolahkan, maka anaknya pun akan asal-asalan. Tetapi, bila anaknya disekolahkan dengan baik, ditambah dengan doa agar menjadi anak sholeh dan sholehah, selalu dipantau perkembangannya, berkonsultasi dengan gurunya, maka anak pun akan terkontaminasi dangan hal baik tersebut. Bila ia bisa berpikir dewasa, dia akan berpikir kebaikan usaha dan jerih payah orang tuanya tersebut.
Faktor lingkungan terutama teman-temannya menjadikan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan, karena tidak sedikit hal-hal yang menyimpang bermula dari kesalahan berteman. Hal-hal seperti narkoba, free sex, tawuran, dan perihal menyimpang lainnya, salah satu faktor penyebabnya adalah teman yang salah. Bagi orang biasa seperti kita, yang imannya belum sekuat para wali atau Nabi, susah bagi kita untuk menghindari perbuatan buruk dari lingkungan yang buruk. Kita berteman dengan pencuri, tidak mustahil suatu saat kita ikut mencuri, walaupun barangnya kecil. Kita berteman dengan anak yang suka mengumpat dan berkata kotor, mungkin suatu saat kita akan menirukannya. Kita berteman dengan orang yang ahli puasa, suatu saat kita pun akan ketularan berpuasa. Kita berkawan dengan orang yang suka shalat dhuha, kita pun akan tergerak untuk melaksanakan shalat dhuha.
Seperti yang pernah kita dengar, bahwa tombo ati (obat hati) itu ada 5 perkara. Yang pertama membaca Al Qur’an beserta maknanya. Yang kedua bangun pada sepertiga terakhir malam, kemudian mendirikan shalat malam. Yang ketiga agar bergaul dan bermasyarakat dengan orang-orang sholeh. Yang keempat adalah mempebanyak berpuasa. Dan yang kelima adalah dzikir malam perpanjanglah. Di obat yang ketiga inilah, bisa kita cermati dan kita nilai bahwa teman bisa menjadi obat hati, dan bahkan bisa menjadi racun hati.
Ilmu Allah itu tidak terbatas. Seperti firmannya, dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS. Luqman : 27). Inilah perumpamaan ilmu Allah, sangat luas. Kalau boleh kami berikan permisalan, ilmu manusia itu hanya satu tetes air laut, tetapi ilmu Allah itu meliputi 7 samudera dan seluruh lautan. Betapa kerdilnya manusia itu. Maka, manusia yang bisa sombong itu adalah manusia yang tidak tahu diri, dan tidak menyadari akan keagungan ilmu-Nya.
Bahkan Nabiyullah Musa as. karena beliau merasa bahwa ilmunya sudah tinggi, beliau ditegur oleh Allah SWT. Teguran itu dengan dipertemukannya beliau dengan Nabi Khidir as. dalam perjalanannya. Beliau mengikuti perjalanan Nabi Khidir, walaupun sebelumnya sudah diperingatkan oleh Nabi Khidir bahwa Nabi Musa tidak akan kuat mengikuti beliau dalam perjalanannya. “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku” (QS. Al Kahfi : 67). Tetapi Nabi Musa tetap mengikuti Nabi Khidir, hingga beliau tercengang dengan segala perbuatan yang dilakukan oleh Nabi Khidir as. Mulai dari merusak kapal, membunuh orang, dan membetulkan rumah yang hampir roboh. Nabi Musa mendapatkan banyak pelajaran berharga dari Nabi Khidir, dan atas kuasa-Nya Nabi Musa masih kalah ma’rifat ilmunya dengan Nabi Khidir as. Inilah wujud, betapa Allah itu luas ilmu-Nya, bahkan meliputi langit dan bumi. Wallahu a’lam bisshowab.
Penutup
            Mahasiswa adalah pencari ilmu yang berlevel paling tinggi dalam lingkup sekolah formal. Selain itu, mahasiswa juga masa pematangan dari masa labil menjadi stabil, dari sifat yang masih kekanakan menjadi dewasa. Pendewasaan itu juga berpengaruh dari ilmu yang didapatkan. Sudah sepantasnya semangat mencari ilmu kita lebih kuat dari anak-anak yang masih di SMA atau aliyah sederajat, apalagi yang masih ingusan seperti anak SMP atau tsanawiyah sederajat. Mahasiswa sudah harus membuat miliu belajar sendiri, mulai menulis karya-karya ilmiah. Menuntut ilmu ala mahasiswa memang tidak terlepas dari membaca, menulis, dan kemudian ditambah diskusi. Inilah cara belajar asli ala Islami, yang sepatutnya kita lestarikan. Ilmuwan Islam zaman dahulu pun melakukan hal yang sama. Mereka bahkan menggiatkan menulis, sehingga beberapa karya mereka masih kita rasakan hingga saat ini.
            Maka, kebiasaan baik membaca, menulis dan berdiskusi sewajarnya kita lestarikan. Tanpa bermaksud apa-apa dan menggurui bahwa hal tersebut memang kebutuhan kita bersama, bagaikan sesuap nasi yang kita butuhkan.

Rabu, 27 Februari 2013

Beberapa contoh judul sekripsi PAI


PERGERAKAN JOKOWI MENJADI GUBERNUR
DKI JAKARTA
A.    Biodata Jokowi calon gubernur DKI Jakarta
Nama lengkap: Ir. Joko Widodo (biasa dipanggil Jokowi)
Tempat dan tanggal lahir: Surakarta, 21 Juni 1961.
Agama: Islam
Hobi: Penikmat musik beraliran rock cerdas
Riwayat pendidikannya: SDN 111 Tirtoyoso Solo, SMP N 1 Solo, dan SMA N 6 Solo.
Fakultas Kehutanan UGM Yokakarta Lulus pada tahun 1985 S1
Pekerjaan: Walikota Solo periode 2005-2010 dan periode 2010- 2015
Pengusaha: Eksportir Mebel
B.     Tentang Jokowi

Jokowi adalah salah seorang pemimpin visioner yang dimiliki Indonesia. Setidaknya, inilah hasil studi yang penulis ikuti, yang dibiayai sepenuhnya oleh Universitas Indonesia. Pertama, studi sosiologi pembangunan dari Laboratorium Sosiologi FISIP-UI, bertajuk “Penataan Sektor Informal Menuju Pembangunan yang Inklusif” oleh Paulus Wirutomo, et all (2011). Kedua, studi “causal map” kepemimpinan walikota tentang daya saing daerah oleh Ita Prihantika dan Sudarsono Hardjosoekarto (2011). Bersama beberapa studi yang lain, kedua studi ini telah menggambarkan karakter kepemimpinan Jokowi (dan pasangannya wakil walikota FX Hadi Rudyatmo), yang sangat visioner, berfikir serba sistem, dan pro-rakyat: tidak hanya dalam kata, tetapi lebih nyata dalam perbuatan.

C.    Pembangunan Ekonomi Wing Cilik
Karakter kepemimpinan Jokowi antara lain diwarnai oleh sistem nilai inklusif, pada tataran personal dan tataran kebijakan. Dalam pembangunan ekonomi, komitmen untuk berpihak pada wong cilik telah dicanangkan sebagai janji politik sejak pencalonannya pada periode pertama. Slogan “PKL adalah utama, dan mall bukan prioritas” merupakan salah satu cerminan sistem nilai inklusif, yang berakar pada nilai pribadi, dan berwujud menjadi prinsip kebijakan pemerintah Kota.
Banyak pernik kebijakan penataan PKL kota Solo yang menggambarkan prinsip pembangunan yang inklusif ini. Pentungan diganti dengan buku perda. Gusur paksa diganti dengan dialog, dan rembug warga. Penataan dan relokasi dibarengi dengan penyiapan sarana, prasarana dan dana yang memadai. Bahkan bantuan administrasi, serta promosi usaha juga diberikan sebagai paket kebijakan “memanusiakan” wong cilik.
Karakter pembangunan inklusif seperti ini tidak berarti memusuhi kelas atas. Mall tetap ada, dan jaringan waralaba bermodal besar tetap tumbuh. Tetapi keberpihakan dan perlindungan Jokowi terhadap wong cilik itu sungguh di atas rata-rata yang dilakukan oleh sebagian besar daerah lain.
PKL yang digusur disediakan alternative tempat usaha. Selain dapat menciptakan keadaan yang membuat para pedagang mau berpindah dan menetap seterusnya di tempat yang baru, hal ini juga diamati oleh Paulus Wirutomo (2012) telah memicu perkembangan “kultural” dan “proses sosial” dalam bentuk perubahan sistem nilai di kalangan para PKL. Kepemimpinan dan kebijakan Jokowi telah membentuk budaya berorganisasi, partisipasi dalam penataan pasar mereka sendiri, pengembangan mekanisme kontrol sosial, penanaman mentalitas “saudagar”, partisipasi dalam pelatihan, serta akses modal di antara PKL.


D.    PembangunanBudaya
            Pembangunan ekonomi berbasis wong cilik tersebut, juga dibarengi dan sejalan dengan perhatian yang luar biasa pemerintah Kota Solo terhadap pembangunan sosial budaya. Slogan “Mewujudkan Solo Sebagai Kota Wisata Berbasis Budaya dan Lingkungan Hidup” dapat dikatakan merupakan perwujudan visi personal Jokowi dan FX Hadi Rudyatmo menjadi prinsip pemerintahan Kota. Paulus Wirutomo menyebut pembangunan sosial Kota Solo yang bersifat luas jangkauannya (broad-base), yang mencakup pembangunan identitas budaya kota, pengembangan partisipasi masyarakat, pembudayaan anti kekerasan, serta penyediaan ruang publik (public sphere) untuk merangsang munculnya aktivitas dan kesadaran kewargaan bagi masyarakat, khususnya PKL.
Konservasi budaya dan tradisi masa lalu dikemas dalam konteks kekinian dalam berbagai bentuk dan manifestasi. Salah satu yang sangat menonjol adalah terbitnya jadwal kegiatan (calender of events) Kota Solo. Jadwal ini dapat diakses secara sangat luas termasuk melalui website, yang menggambarkan betapa masifnya kegiatan budaya, seni, sosial dan kepariwisataan. Tidak kurang dari 50 kegiatan dijadwalkan dalam tahun 2012, yang berarti hampir setiap minggu terdapat kegiatan kultural dan kepariwisataan.
Padahal sesungguhnya potensi wisata Kota Solo tidaklah selengkap beberapa daerah lain. Pantai tidak punya. Gunung dan air terjun milik Kabupaten Karanganyar. Pemandian dan wisata agro milik Kabupaten Boyolali, Wonogiri dan Klaten. Wisata spiritual milik Kabupaten Sukoharjo, Wonogiri, dan Sragen. Bandara ada di Kabupaten Boyolali. Wisata situs purba ada di Kabupaten Sragen. Bandingkanlah, misalnya dengan Kabupaten Lombok Tengah, yang memiliki semua potensi wisata: pantai yang sangat indah, gunung dan air terjun yang mempesona, kuliner yang maknyus, dan kultural yang aduhai, bahkan ada bandara internasional. Tetapi Lombok Tengah tidak memilik kalender kegiatan (calender of events) yang terencana dan terakses luas.



E.     Daya Saing Daerah
            Profil kepemimpinan visioner Jokowi juga terungkap dalam tesis magister Ita Prihantika (2011), bertajuk visi Walikota tentang daya saing daerah, di mana penulis bertindak sebagai pembimbing akademik. Dengan menggunakan metode manual yang dikembangkan oleh Ackerman, et all (1992), dan dilanjutkan dengan simulasi system dyamics dengan metode NUMBER, teridentifikasi tiga variabel penting dalam persepsi Jokowi tentang daya saing daerah, yaitu: kebijakan pro-rakyat, lingkungan usaha produktif, serta kualitas infrastruktur dan lingkungan hidup. Sementara itu, Jokowi juga sangat percaya hubungan kausal antara daya saing daerah dengan kesejahteraan sosial dan pendidikan. Tidaklah mengherankan bila perhatian terhadap pendidikan dan kesehatan bagi warga miskin di Kota Solo sangatlah menonjol.
Bahkan, seorang mahasiswa program doktor sosiologi yang baru saja menyelesaikan riset lapangan menemukan fakta bahwa sebagian besar tunjangan jabatan Jokowi sebagai walikota habis untuk membeli buku tulis dan sabun mandi. Bagasi mobil dinas Jokowi selalu dipenuhi dengan bungkusan berisi buku tulis dan sabun mandi. Setiap ada kesempatan jumpa warganya yang wong cilik, Jokowi selalu memberi tanda mata bungkusan tersebut. Ini adalah salah satu cerminan visi Jokowi tentang kesehatan dan pendidikan warganya.

F.      Pilkada DKI
            Sebagai warga DKI, penulis menyambut gembira dengan munculnya pasangan-pasangan balongub yang sangat berkualitas. Semua pasangan berbobot dan credible. Kebetulan penulis mengenal semua pasangan yang berlaga, dari yang mengenal cukup dekat sampai yang mengenal sangat dekat. Rekam jejak personalnya juga sangat lengkap, baik ketika sebagai sejawat di birokrasi maupun sebagai akademisi. Sayang sekali, hanya data tentang Jokowi yang penulis miliki sebagai hasil kajian ilmiah tentang sosiologi pembangunan dan kepemimpinan.
Kriteria umum untuk memilih kepala daerah dan wakilnya adalah pasangan yang dapat melaksanakan mandat konstitusional Pasal 2 ayat (3) Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, yaitu pilihlah pasangan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatan pelayanan umum dan membangun daya saing daerah. Untuk Gubernur DKI dan Wakilnya tentu harus dilengkapi dengan kecakapan untuk melaksanakan perintah Undang Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibu kota Jakarta sebagai Ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia.

G.    PROGRAM KARTU SEHAT.
            KBR68H - Warga miskin Jakarta bakal segera punya Kartu Sehat.Pemerintah Jakarta mengklaim kartu ini lebih praktis dan mudah digunakan. Pasalnya, warga tak perlu lagi berurusan dengan birokrasi.
Bulan depan, duet pemimpin Jakarta Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama akan merealisasikan salah satu program andalan mereka yakni Kartu Sehat.

            Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja mengatakan pembagian kartu itu diutamakan untuk warga yang terdaftar di Puskesmas. Pasalnya, masih banyak warga tidak sanggup yang berobat ke puskesmas.

"Pak Gubernur sih kepengennya bulan November sudah jalan. Tapi bukan semuanya diberikan kartu sehat. Kan gak mungkin juga mencetak kartu itu dilakukan dengan cepat. Kami prioritaskan dulu warga yang sudah masuk ke puskesmas.
Wakil Gubernur Jakarta Basuki berjanji membagikan kartu ini secara gratis. Warga miskin tidak perlu mengurus Jaminan Kesehatan Masyarakatnya melalui RT jika ingin berobat. Konsep seperti ini mirip dengan kebijakan yang diterapkan Joko Widodo ketika menjabat Walikota Solo.

(Berarti nanti tidak ada syaratnya ya pak, bagi semua Warga Jakarta bisa pakai-red?) Kalau di Solo disyaratkan karena uangnya sedikit. Tapi kalau di Jakarta, konsepnya sudah mengarah ke Undang-undang. Prinsipnya, setiap warga negara jangan menjadi miskin karena sakit. Ini akan luar biasa dan mampu meningkatkan daya saing ekonomi."

            Warga Solo mengakui kemudahan program kesehatan versi Jokowi ini. Salah satu warga Solo, Johanes Sandi, mengatakan daerah di Jawa Tengah itu punya Kartu Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta atau PKMS. PKMS mirip dengan Kartu Sehat yang akan diterapkan di Jakarta.

            Mendapatkannya sangat mudah mba, kita cuma minta tandatangan ke RT, RW, lurah langsung pemkot. Pemkot itu cuma minta 3000, kita tunggu, kalau nggak rame, kita tunggu 15 menit langsung jadi. Dan bisa digunakan saat itu juga.

Namun, Puskesmas di Jakarta ternyata belum menerima sosialisasi lengkap terkait Kartu Sehat. Padahal, peluncuran Kartu Sehat kurang dari sebulan lagi. Misalnya, Kepala Puskesmas Kecamatan Tambora Jakarta Barat Silvi.

            Dari Gubernur baru, belum ada, iya kita masih menunggu. Sebenarnya tidak beda jauh, namun seperti apa tekhnisnya, kita belum dapat arahan. Ini memang pro rakyat, untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis, Nah teknisnya seperti apa, belum diluncurkan oleh Gubernur Jokowi.Karena nanti, jika itu sesuai dengan Ibu Din, Ibu Kepala Dinas, jika itu sudah sesuai arahan Gubernur, baru kita di panggil

            Kondisi yang sama juga dialami Puskesmas Taman Sari Jakarta Barat. Indah salah satu tenaga medis di sana mengaku tidak paham perbedaan Kartu Sehat dan Jaminan Kesehatan Daerah yang selama ini berjalan.

            Kalau sosialisasi langsung dari Kepala Dinas belum ada, ya saya belum terlalu paham, tetapi kalau yang kemarin dibagikan itu namanya kartu jamkesda. Nah, kalau perbedaannya yang sekarang, belum tahu sama sekali. Ibu Kepala Dinas yang biasanya yang menyampaikan ke kita. Berjenjang ke puskesmas. Kalau mereka baru denger, terus kitanya belum diajak sosialisasi, berarti belum ada. Pengumumam itu biasanya dari surat edaran.

            Kritik soal persiapan juga disampaikan Konsorsium Masyarakat Miskin Kota. Juru Bicara Konsorsium Masyarakat Miskin Kota Edi Saidi berharap Gubernur Jokowi mengawasi ketat pemberian Kartu Sehat agar tidak salah sasaran. Pasalnya, banyak warga miskin yang sering terlupakan ketika pemerintah mendata mereka.

            Kartu sehat ini yang akan dilakukan oleh Pak Jokowi ini, akan memudahkan warga Jakarta, untuk bisa langsung mendapatkan kartu kesehatan secara gratis, walaupun nanti dalam jenisnya ada tiga, ada yang silver, gold dan platinum.Yang belum terlalu jelas sistemnya. Jadi jangan sampai niat baik ini dalam proses pelaksanaannya itu tidak berjalan baik. Sangat mungkin terjadi, karena itu harus dibangun sistem kontrol yang melibatkan warga, dan diberi ruang seluas-luasnya, untuk ada proses pengaduan yang langsung ditangani.